Dilihat: 5 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 19-06-2019 Asal: Lokasi
Pengukuran ketebalan film, pelapisan dan lapisan kelongsong
Pengukur ketebalan, juga dikenal sebagai pengukur ketebalan ultrasonik presisi tinggi , pengukur ketebalan lapisan, pengukur ketebalan kelongsong, pengukur ketebalan film cat, pengukur ketebalan film, dll., dapat dianggap sebagai alat ukur dasar yang digunakan dalam industri pelapis.
Ketebalan film
Secara umum diyakini bahwa hubungan antara film kering dan film basah pada sebagian besar pelapis.
Perkiraan yang salah mengenai ketebalan lapisan akan mengakibatkan pemborosan waktu, bahan, dan uang. Jika film terlalu tipis, daya sembunyi dan sifat pelindungnya mungkin tidak mencukupi dan pengecatan ulang akan membuang-buang waktu. Jika proses pelapisan menghasilkan film kering yang terlalu tebal, cacat seperti retak, terkelupas, dan waktu pemanggangan yang lama dapat terjadi, dan film pelapis yang terlalu tebal dapat meningkatkan biaya.
Film basah
Untuk mengontrol variasi lapisan film pelapis pada permukaan, umumnya diinginkan untuk melakukan pengukuran ketebalan ketika lapisan masih dalam lapisan film basah. Alat pengukur film basah bergantung pada bentuk luas permukaan pengukuran dan rentang pengukuran. Selain itu, pengukuran film basah berguna ketika ketebalan film kering hanya dapat diukur jika film tersebut dihancurkan.
Ketebalan film kering
Tepat pengukur ketebalan ultrasonik digital memberikan kualitas tinggi dan mengurangi konsumsi bahan. Pengukuran film kering memungkinkan pengukuran bebas kerusakan dan pengukuran kerusakan untuk beberapa lapisan.
Tidak ada pengukuran kerusakan
Pengukur ketebalan, juga dikenal sebagai pengukur ketebalan lapisan, pengukur ketebalan lapisan, pengukur ketebalan kelongsong, pengukur ketebalan film cat, pengukur ketebalan film, dll., dapat dianggap sebagai alat ukur dasar yang digunakan dalam industri pelapis. Dengan menggunakan pengukuran tampilan digital elektronik, ketebalan lapisan isolasi pada substrat logam non-magnetik (misalnya aluminium) atau ketebalan lapisan konduktif non-magnetik pada substrat yang permeabel secara magnetis dapat diukur. Kedua pengukuran ini menggunakan pengukuran yang berbeda
prinsip:
------Gunakan prinsip elektromagnetik pada bahan dasar besi
------Gunakan prinsip non-elektromagnetik pada substrat non-ferrous (prinsip arus eddy)
-----Isolasi dan pelapis non-magnetik meliputi: cat, plastik, glasir, krom, tembaga, seng, pelapis bubuk, pelapisan listrik, galvanisasi, karet, penyemprotan logam krom keras, keramik
----- Bahan dasar non-ferrous meliputi: aluminium, tembaga, kuningan, magnesium, baja tahan karat, seng
-----Basis besi meliputi: baja, besi cor
Teknologi pengukuran
Induksi elektromagnetik
Metode ini menggunakan dua uji kumparan magnet, yang mengubah medan magnet kumparan jika ditempatkan dekat dengan substrat magnet besi. Perubahan medan magnet berhubungan dengan jarak antara probe dan substrat. Prinsip ini digunakan untuk mengukur ketebalan film. Artinya, arus magnet ditarik oleh salah satu dari dua kumparan, dan ketebalan lapisan cat diukur dengan perubahan fluks magnet antara dua kutub magnet. Selain itu, induksi elektromagnetik menggunakan medan magnet yang digerakkan oleh kumparan magnet untuk memadukan semikonduktor presisi tinggi ke dalam probe berbasis besi modern.
Pengukuran arus eddy
Metode ini pengukur ketebalan ultrasonik film basah digunakan saat mengukur lapisan non-konduktif (NFe) pada substrat non-magnetik (NFe), seperti substrat aluminium. Metode pengukuran arus eddy didasarkan pada prinsip teknologi konduksi elektromagnetik. Sebuah kumparan listrik kecil yang menghantarkan arus bolak-balik dengan amplitudo tinggi menghasilkan medan magnet yang mengubah arah medan magnet tergantung pada arah arus bolak-balik yang dihubungkan. Arus eddy dihasilkan ketika probe Nfe mendekati substrat konduktif, dan arus eddy mempengaruhi medan magnet kumparan. ketebalan lapisan film cat bergantung pada sifat media dan jarak antara probe dan media.