Dilihat: 3 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 30-07-2019 Asal: Lokasi
Sedangkan untuk kristal keramik piezoelektrik, jika diameternya berbeda pasti akan mempengaruhi frekuensinya. Namun jika diameternya 10-25 mm, maka frekuensi umumnya berada pada kisaran 15-85 kHz. Pada ukuran yang sama, pelat keramik piezoelektrik mempunyai amplitudo yang berbeda karena frekuensi masukannya konsisten dengan frekuensinya sendiri.
Tegangan yang dihasilkan potongan keramik piezoelektrik setelah ditekan umumnya berhubungan dengan tekanan yang diterimanya dan luas permukaan potongan keramik piezoelektrik. Sedangkan untuk pengukurannya, Anda dapat menggunakan blok tegangan 20V DC multimeter digital untuk melakukan dan memperoleh nilai tertentu.
Elektroda positif dan negatif transduser keramik piezoelektrik dinilai dengan penguji d33 kuasi-statis. Namun perlu diketahui apakah elektroda positif diukur ke atas, apakah positif atau negatif. Apalagi beberapa lembaran kristal piezo disk dapat diuji dengan tester jenis ini, yang juga terbatas.
Dua kabel ditarik masing-masing pada kutub keramik piezoelektrik, dan kemudian kabel dihubungkan ke dua kabel uji multimeter, dan blok arus multimeter digunakan. Setelah itu, dengan menggunakan beberapa alat isolasi seperti penghapus pensil, tekan perlahan keramik tersebut untuk melihat arah penunjuk pada multimeter. Jika diayunkan ke kanan, ujung yang terhubung dengan pena merah adalah positif. Jika tidak, pena hitam berada di ujung positif.
Relai keramik piezoelektrik pada hakikatnya merupakan salah satu jenis relai dan juga termasuk dalam kategori relai. Secara khusus, deformasi pengisian keramik piezoelektrik digunakan untuk mendorong buluh dengan kontak untuk menghasilkan aksi, sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Keuntungan utamanya adalah struktur sederhana, konsumsi daya rendah, dan impedansi internal yang besar. Oleh karena itu, dapat digunakan sebagai elemen kendali suatu perangkat komunikasi.